TAMPAKNYA kegiatan seremonial masih saja diutamakan. Betapa tidak, hanya untuk pembukaan lombah hafalan Juz Amma tingkat kecamatan, murid-murid SD se Kecamatan Kuranji ‘dipulangkan’, setelah mereka sampai di sekolah. Sementara seluruh guru-guru menghadari pembukaan acara yang dihadiri Walikota Padang tersebut.
Dari pantauan Singgalang di beberapa sekolah di Kecamatan Kuranji, seperti di SD 21 Lubuk Lintah, puluhan murid terpaksa balik kanan setelah sampai di sekolah. Majelis guru menginformasikan sekolah diliburkan dan mereka akan pergi ke Masjid Nurul Hasanah Kuranji.
Tinggal hanya penjaga sekolah A. Rahim, yang masih sibuk mengerjakan tugasnya memangkas pohon pelindung yang sudah rimbun. Beberapa wali murid yang mengantar anaknya sekolah pun sempat menggerutu. Pasalnya, hari sebelumnya tidak ada pengumuman bahwa sekolah libur.
Tak beda dengan itu, di SD 49 Kuranji juga murid-murid terpaksa pulang saat para guru akan berangkat ke acara pembukaan lomba Juz Amma.
Kepala Sekolah SD 49 Suhasril, BA menyebutkan, pulangnya murid-murid itu bukan berarti sekolah libur. Tapi paginya mereka masuk dulu ke kelas, dan guru mengabsen. Setelah itu baru ‘dipulangkan’ sebutnya.
Ia menyatakan, sebenarnya, para guru itu tidak diwajibkan untuk hadir pada pembukaan. Namun yang diwajibkan itu adalah guru agama dan pendamping anak-anak yang ikut berlomba. “Namun kebanyakan guru malah ikut,” sambungnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Z. Panji Alam menyayangkan hal itu. Menurut dia, acara seremonial kalau memang diperlukan, harus dipertimbangkan waktunya agar tidak mengorbankan jam belajar anak didik.
“Sebaiknya kalau akan diadakan juga acara seremonial, sebaiknya pertimbangkan waktu yang tepat. Jangan jam pelajaran anak didik pula yang dikorbankan. Kan kasihan kita, mereka sudah datang ke sekolah, ternyata sampai di sekolah disuruh pulang,” lanjutnya.***








Mereka Bicara