Politisi Banci

27 07 2008

PEMILIHAN Walikota Padang segera ditabuh, berbagai tahapan telah dilaksanakan KPUD Padang sebagai penyelenggara Pilkada tersebut. Mulai dari pemutakhiran data pemilih, sampai akan dibukanya pendaftaran ditandai dengan pengambilan formulir 29 Juli hingga 4 Agustus.

Namun gebyar dan rasa keingintahuan masyarakat terhadap siapa figur yang muncul masih sebatas omongan belaka. Hingga saat ini hanya nama dari calon perseorangan yang sudah memastikan diri. Ada empat pasang calon yang telah selesai diverifikasi oleh PPS dan berhak mendaftar ke KPU, Selasa besok. Mereka adalah Ibrahim-Murlis Muhammad, Mudrika-Dahnil Aswad, Sutrisno AB-Darlison, Erwin Amar-Syech Muda Yunerdi.

Namun, di kalangan calon partisan, hingga hari ini belum satupun yang secara terbuka mendeklarasikan diri. Apakah itu dari partai besar yang bisa mencalonkan sendiri sesuai kuota minimal punya 15 persen kursi parlemen atau setara dengan 7 kursi.

Di DPRD Kota Padang tercatat tiga partai yang punya kursi lebih dari 15 persen. Ada Partai Keadilan Sejahtera (11 kursi), Partai Amanat Nasional (9 kursi), Partai Golkar (8 kursi). Selebihnya kurang dari 7 kursi, yaitu Partai Demokrat (5 kursi), Partai Persatuan Pembangunan (5 kursi), Partai Bulan Bintang (3 kursi), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (2 kursi) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (2 kursi).

Dari tiga partai besar di DPRD Kota Padang itu, satu pun belum berani menyatakan siapa calonnya dengan lantang. Sebut saja PKS. Mereka dari awal sudah menyebut H. Mahyeldi Asharullah untuk diusung menjadi wakil walikota. Namun siapa walikotanya, hingga kini masih belum pasti. Terakhir disebut, PAN dan PKS bakal berkoalisi mengusung Fauzi Bahar dan Mahyeldi sebagai jago mereka. Namun belum ada kepastian yang ditandai dengan deklarasi.

Partai Golkar juga sudah melakukan konvensi dan menetapkan Yusman Kasim sebagai calon Walikota. Namun hingga kini, siapa wakilnya, partai Beringin ini juga masih belum berani menyebut, Apalagi mendeklarasikan. Sebelumnya Yusman juga sudah diusung oleh PPP, tapi jumlah kursinya kurang sehingga tidak bisa menggusung sendiri.

Ada lagi koalisi dua partai yaitu Partai Demokrat dan PBB yang jika digabung punya 7 kursi. Namun belum juga ada kejelasan siapa yang mereka usung. Memang sudah ada penjaringan dan penyaringan. Tapi siapa yang mereka usung hingga kini tak jelas.

Politisi banci, memang sedang melanda Padang jelang Pilkada tersebut. Hingga satu hari menjelang pengambilan formulir, belum satupun menyebut siapa yang diusung secara vulgar. Tak seperti daerah lain, yang jauh sebelum tahapan Pilkada daerahnya dilakukan, tebaran poster, baliho dan spanduk telah menyemarakan setiap sudut daerah itu.

Ada apa di Padang, banyak analisis yang menyaksikan kurenah politikus lokal tersebut tersebut, misalnya ketakutan si calon jor-joran uang hanya sekedar mempublikasikan diri dan visi ke ranah publik, alasannya kepastian untuk diusung parpol, si calon masih meragukan.

Mungkin politik wait and see, atau politik last minute sama-sama diterapkan para politisi. Artinya apa, masyarakat baru akan bisa melihat figur calon berikut visinya, ketika si calon telah mendaftar ke KPUD pada 5-11 Agustus mendatang. Sebelum itu mungkin masyarakat masih mereka-reka.

Apakah masyarakat masih disodorkan dengan slogan bak membeli kucing dalam karung. Tak tahulah kita. Semua itu kembali berpulang kepada pemilih yang punya hak suara, siapa yang bakal pantas menjadi walikota dan wakil walikota Padang lima tahun kedepan.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: