Terisolir di Kota

27 07 2008

SEJAK tahun 2003 lalu, sekitar 25 KK yang menghuni 10 rumah di sekitar perumahan Pondok Indah RT 03 RW 01 Kelurahan Ganting Parak Gadang bagai terisolir. Betapa tidak, sejak adanya pembangunan perumahan yang persis di samping kantor lurah itu, praktis akses jalan menuju perumahan warga itu tertutup.

“Sejak tembok perumahan itu berdiri, warga yang tinggal di belakang terisolir. jangankan untuk jalan mobil, jalan sepeda motor saja sulit. Terpaksa warga disana jika mau masuk harus mengambil jalan yang cukup jauh sekitar 600 ratus meter melalui rel keretapi,” ujar H. Hendra Ali, seorang tokoh masyarakat setempat, Kamis (24/7) kemarin sambil memperlihatkan tembok pembatas itu.

Dikatakan, sebenarnya warga di sana tidak mempermasalahkan pembangunan komplek perumahan itu. Yang jadi masalah adalah penutupan akses jalan yang membuat jalan warga terganggu. Ditambah lagi, ada bangunan rumah yang berdiri diatas lokasi yang seharusnya dijadikan jalan.

“Takutnya kita saat terjadi musibah, misal kebakaran yang saat ini sering terjadi. Apalagi kebanyakan rumah warga disana terbuat dari kayu. Mobil pemadam akan sulit mencapai lokasi dengan tidak adanya akses masuk. Kita harap ada perhatian pemerintah untuk ini,” tambah H. Ali.

Senada dengan H. Hendra Ali, warga lainnya H. Adek Rusdianto mengatakan sebenarnya sesuai masterplan yang dikeluarkan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (DTRTB) lokasi yang dipagarsetinggi dua meter lebih oleh pengembang itu diperuntukkan bagi pembuatan jalan selebar 10 meter. “Namun entah karena merasa berkuasa, mereka seenaknya saja memagar. Bahkan saat dipanggil Kapolsek Padang Timur untuk dipertemukan dengan warga mereka tidak datang,” ujar Adek diamini Talib, mantan Ketua RT di sana.

Talib yangmengaku sudah setengah abad tinggal di daerah itu mengatakan bahwa sejak dulu warga disana tidak pernah mengalami kebanjiran. Namun sejak berdirinya komplek itu, warga di sekitar, saat turun hujan selalu kebanjiran karena drainase dan saluran air sudah diubah pengembang.

“Kini sedikit saja hujan, rumah kami sudah terendam. Kalau dulu, sebelum ada komplek, mana pernah ada banjir disini. Itu karena sebagian saluran air sudah ditutup dan daerah resapan sudah berubah dan ditembok,” katanya.

Menanggapi hal itu, Camat Padang Timur Yalmasril yang langsung datang ke lokasi mengungkapkan akan memanggil pihak pengembang guna membicarakan solusi yang tepat bagi warga disana. “Kita akan usahakan secepatnya untuk mencarikan solusi. Kalau memang sesuai masterplannya untuk jalan, maka tembok pembatas itu harus segera dirobohkan. Kita akan koordinasikan dengan Satpol PP dan DTRTB,” ujarnya usai melihat kondisi sebenarnya.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: