SMP 29 Diblokir Warga Kurao

28 07 2008

SEBAGAI wujud kekecewaan masyarakat Kurao Pagang dimana 48 anak pribumi tidak bisa tertampung di SMP 29, puluhan masyarakat akhirnya memblokir jalan ke SMP tersebut, Senin (28/7) kemarin.

Pemblokiran itu dimulai sejak pukul 07.00 pagi yang menakibatkan proses belajar mengajar (PBM) disekolah itu sempat terganggu, karena siswa-siswa di SMP itu tidak berani masuk lantaran jalan menuju sekolah mereka ditutup dengan batang-batang bambu yang sengaja ditebang warga.

Namun tak berapa lama, siswa akhirnya digiring masuk saat kepala sekolah dan Camat Nanggalo serta Kapolsek sampai di lokasi. PBM pun kembali dilanjutkan.

Sementara puluhan warga yang memblokir jalan tersebut diajak berdiskusi oleh Camat serta Kepsek, Kapolsek serta Dinas Pendidikan. Hadir saat itu, Camat Nanggalo Desmon Darus, Kapolsek Nanggalo Mayaruddin, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Padang, Bambang Sutrisno, Kepsek SMP 29 Drs. Jupen, M.Pd, lurah serta ketua RT setempat.

Dalam pertemuan itu, Camat Desmon Darus menyatakan bahwa tidak tertampungnya ke-48 anak Kurao itu di SMP 29 karena terkena sistem penerimaan siswa baru (PSB) online yang sudah dua tahun diterapkan di Kota Padang. Ia menyatakan, PSB online itu diterapkan pemerintah kota guna menyetarakan mutu pendidikan di Kota Padang.

“Artinya mutu pendidikan di pusat kota dengan di pinggiran diharapkan akan sama dengan adanya sistem online itu. Dengan kata lain, seorang anak untuk masuk ke sekolah negeri memang sesua dengan kemampuan akademiknya dan nila yang mencukupi sesuai standar sekolah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kabid Dikdasmen Bambang Sutrisno menyatakan, tidak akan ada penerimaan siswa baru di sekolah negeri diluar PSB online. Artinya, meskipun berkeras, ke-48 anak Kurao tersebut tidak juga akan diterima di SMP 29.

Ia menyarankan anak-anak yang tidak tertampung itu untuk masuk sekolah swasta yang direkomendasikan yakni SMP Pertiwi yang berlokasi di Siteba. Di SMP itu, kata Bambang, sudah ada kesepakatan bahwa segala pembiayaan akan disamakan dengan SMP 29, atau bahkan mungkin kurang. “Kesepakatan itu sudah dituangkan dalam bentu perjanjian
tertulis,” ulasnya.

Namun kebanyakan masyarakat yang menghadiri pertemuan itu menyatakan bahwa kebanyakan anak-anak mereka enggan bersekolah di SMP Pertiwi dengan alasan yang beragam.

Seperti yang lontarkan Ayang, 67, ia keberatan jika akan meyekolahkan anaknya pada SMP Pertiwi, alasannya anaknya sendiri itu yang tidak mau dan juga biaya tidak tanggung mahalnya. Sementara untuk melajutkan ke sekolah swasta lain juga tidak mampu.

“Biayanya itu yang kami tidak sanggup, penghasilan bapaknya hanya Rp10 ribu sehari sebagai tukang ojek, biaya pergi sekolah ke Siteba itu saja ada Rp7 ribu perhari. Bagaimana caranya kami akan menyekolahkan anak,” cetusnya.

Hal serupa juga dilontarkan Nuraini. Ia bersedia menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta jika apa yang telah dijanjikan pihak dinas pendidikan dan camat Naggalo untuk memberikan keringanan biaya sekolah bahkan beasiswa kepada anaknya dikabulkan.

“Kami akan tunggu dulu buktinya, apa benar anak-anak kami ini diringankan biaya sekolahnya di swasta itu, jika tidak akami akan tuntut lagi,” tukasnya pula.

Para orangtua murid, usai pertemuan dilakukan sepakat akan menunggu realisasi kesepakatan yang telah dibuat. Namun jika hal itu tidak terlaksana, para orangtua siswa ini mengancam akan melakukan pemblokiran jalan lagi.

“Jika kesepakatan ini tidak terbukti kita akan melakukan, pemblokiran lagi, sampai anak-anak kami bisa sekolah lagi. Terus terang kami tidak sanggup menyekolahkan anak ke swasta,” ujar mereka kompak.

Untuk sementara menunggu hasil realisasi, blokir yang dilakukan warga dibongkar oleh warga. Untuk sementara mereka puas dengan putusan yang diberikan pihak pemerintah itu.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: