MUDA Bantah Dukungan Pakai SKTP/SKPS

29 07 2008

PASANGAN calon independen Mudrika-Dahnil Aswad (MUDA) membantah, pihaknya menggunakan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKPT) atau Surat Keterangan Penduduk Sementara (SKPS) sebagai syarat dukungan. Pasangan ini menyatakan, dukungan yang dihimpun timnya di lapangan, hanya menggunakan kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja.

Namun jika saat verifikasi faktual oleh PPS ditemukan ada dukungan pasangan ini yang menggunaka SKTP/SKPS, mereka meyakini hal tersebut merupakan tindakan oknum yang tak bertanggungjawab yang hanya ingin mendiskreditkan MUDA.

“Kita telah mengirimkan surat bantahan tersebut ke Panwaslu Kota Padang, sebab berdasarkan hasil dukungan yang berhasil dikumpulkan dan diverifikasi di sekretariat MUDA, tidak satupun bentuk dukungan tersebut dari SKPT dan SKPS,” ujar Mudrika di sekretariat MUDA Jl. Koto Tinggi kemarin.

Guna menyikapi hal itu, mereka berharap Panwaslu Pilkada Kota Padang bisa menindaklanjuti temuan-temuan yang didapat di lapangan tersebut guna dicarikan penyelesaiannya. “Kami harap Panwaslu Pilkada bisa menyikapinya dengan seksama,” ulasnya.

Mudrika juga mengatakan, karena seluruh dukungan berasal dari KTP dan KK, sehingga keberangkatan lurah ke luar kota bukanlah masalah, sebab pasangan itu tidak membutuhkan tandatangan lurah.

Lebih lanjut surat bantahan dengan nomor: Ist/MUDA/VII/08 berisikan bantahan terhadap kejadian tersebut. Jika memang Panwaslu menemukan dukungan dari SKPT dan SKPS, menurutnya hal tersebut merupakan bentuk kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang tidak senang terhadap pihaknya. Dan ia pun menyarakankan kepada Panwaslu dan PPS untuk membuang saja dukungan dalam bentuk SKPT dan SKPS tersebut, sebab di dalam data komputer di sekretariat dukungan seperti itu juga tidak masuk hitungan.

Pasangan ini menyesalkan adanya kecurangan itu. Mereka menyatakan bagaimana pula seseorang akan menjadi pemimpin yang baik, jika diawali dengan kecurangan yang menyerang nama baik seseorang.  Meskipun demikian, Mudrika mengatakan pihaknya tidak akan terpancing dengan isu-isu murahan yang sengaja dilontarkan pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab hal itu hanyalah politik kacangan yang dibuat oknum yang iri akan keberhasilan dan kerja keras pihaknya dalam mengumpulkan dukungan.

Sementara itu anggota Panwaslu Pilkada Padang, Adrian Tuswandi, SH saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima bantahan itu dari MUDA. Ia menyatakan, meskipun tidak ada bantahan dari MUDA, Panwaslu Pilkada tetap akan menindaklanjuti jika ada temua-temuan kecurangan di lapangan.

“Namun hingga saat ini, Panwaslu tingkat kecamatan belum menemukan adanya indikasi kecurangan dalam surat dukungan itu. Kalau memang ada tentu akan kita telusuri,” ujarnya.

Selain itu, Adrian juga meminta kerjasama pasangan MUDA untuk proaktif mengawasi proses verifikasi faktual PPS. “Jika ditemukan kecurangan dilengkapi bukti-bukti, laporkan ke Panwaslu. kita segera akan tindaklanjuti,” demikian Adrian Tuswandi.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: