Para Raja di Jalanan

29 07 2008

PENGEMUDI buskota dan angkutan kota boleh dikatakan sebagai raja di jalanan. Betapa tidak, mereka dengan sesukanya melakukan aksi kebut-kebutan. Mendahului seenak perut, lalu berhenti sesukanya, tak peduli rambu-rambu, bahkan di tengah jalan sekalipun. Belum lagi sound system yang nyaris menyerupai diskotik.

Belum lagi jumlah angkot yang tak tanggung-tanggung banyaknya. Jika dilihat di jalanan, hanya angkot saja yang meramaikan jalanan. Artinya perbandingan angkot dan kendaraan pribadi sangat kentara. Satu kendaraan pribadi bisa dipepet oleh lima angkot. Dengan jumlah yang cukup banyak ditambah perilaku ugal-ugalan mereka, maka jadilah jalanan Kota Padang semrawut.

Lain lagi dengan perilaku pengemudi buskota. Selagi masih ada ruang untuk berdiri, mereka akan memuat penumpang sebanyak-banyaknya. Bahkan begelantungan di pintu hingga membuat buskota miring kekiri. Para pengemudi buskota itu tak mempedulikan keselamatan penumpangnya. Yang penting setoran lancar.

Melihat hal itu, Albert, 26, karyawan sebuah biro perjalanan sangat prihatin. Dikatakannya, sebagai sesama pemakai jalan raya, ia merasa sangat tidak nyaman dengan aksi ugal-ugalan para sopir angkot dan buskota itu.

“Terkadang kita terkejut dengan angkot yang berhenti tiba-tiba atau memotong seenaknya. Begitu melihat orang berdiri di pinggir jalan, mereka pasti langsung berhenti. Tak peduli di tengah jalan atau baru saja mendahului kendaraan lain,” jelasnya.

Menurut pria lajang ini, sumber kesemrawutan jalanan di Kota Padang ini adalah ulah para pengemudi angkot. Selain sumber kesemrawutan, aksi para pengemudi angkot dan buskota itu juga sangat rawan akan kecelakaan.

“Sudah tak terhitung angkot dan buskota yang kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Aparat terkait perlu menertibkan hal ini, sebelum jumlah korban di jalanan semakin bertambah,” tukasnya.

Dikatakannya, pihak Dinas Perhubungan perlu rasanya melakukan uji kelayakan kepada para pengemudi angkot disaat melakukan uji laik kendaraan. Begitu pula dengan kepolisian. Sebelum mengeluarkan SIM bagi para pengemudi perlu diperketat uji praktek. Hal itu perlu dilakukan agar jalanan di Kota Padang khususnya bisa lebih nyaman.

Senada dengan itu, Dianto, 28, menyoroti aksi pengendara sepeda motor yang juga nyaris serupa dengan sopir angkot. Main salip sana sini. Tak peduli jalanan macet. Aksi ini menurut pria yang mengaku bekerja sebagai sopir di sebuah biro perjalanan ini juga akan menimbulkan kerawanan akan kecelakaan.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: