PARTAI GOLKAR Dipercaya Berkat Pencitraan

31 07 2008

UNTUK memenangkan Pemilu 2009, yang harus dilakukan adalah pencitraan dengan terjun langsung ke masyarakat. Karena dengan pencitraan diri yang lebih baik, diharapkan perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2009 akan meningkat.

“Para fungsionaris Partai Golkar harus terjun langsung ke tengah masyarakat untuk mengetahui masalah-masalah yang ada di masyarakat dan juga mampu memberi solusi. Dengan itu kita telah melakukan pencitraan yang baik pada Partai Golkar,” ujar Ketua Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Pusat Agung Laksono, pada pelantikan Bappilu Partai Golkar Sumatra Barat, Rabu (30/7) di Pangeran Beach Hotel.

Dikatakan, pada Pemilu 2004 lalu, Partai Golkar berhasil menjadi pemenang dengan perolehan suara mencapai 22 persen berkat pencitraan yang telah dilakukan sebelumnya. Sebab pada Pemilu 1999, perolehan suara Partai Golkar sangat anjlok.

“Kita bersyukur, Pemilu 2004 kita kembali dipercaya masyarakat berkat pencitraan yang baik. makanya kedepan, pencitraan ini adalah suatu yang sangat penting jika ingin kembali berjaya padan pemilu 2009,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Agung yang merupakan Ketua DPR RI itu juga berharap, kepada Bappilu Sumbar khususnya, artai Golkar pada umumnya dapat menghimbau masyarakat untuk tidak menjadi golongan putih (golput) alias tidak menggunakan hak pilihnya atau salah dalam mencoblos. Karena menurut Agung, meskipun Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu dengan 22 persen suara, namun golput pada Pemilu 2004 adalah 23 persen.

“Itu artinya, golput-lah yang memenangkan Pemilu. Sebagian besar golput itu atau sekitar 70 persen diantara suara Partai Golkar. Artinya, kebanyakan dari golput itu merupakan orang yang kurang mengerti tentang pelaksanaan teknis Pemilu. Apalagi pada Pemilu 2009 mendatang, teknis pelaksanaan Pemilu sudah berubah dari mencoblos menjadi menandai,” ujarnya.

Ia berharap, dalam masa kampanye panjang yang lamanya sekitar sembilan bulan lebih, fungsionaris dan Bappilu Partai Golkar mampu mensosialisasikan tata cara Pemilu 2009 mendatang. “Dengan itu, diharapkan masyarakat bisa mengerti dan Partai Golkar mampu meraih target 30 persen secara nasional,” ujarnya.

Sementara Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Barat, Leonardy Harmainy, juga mengkhawatirkan perubahan teknis pada pelaksanaan Pemilu legislatif 2009. “Kita khawatir dengan perubahan teknis pelaksanaan Pemilu. Pada Pemilu lalu, pemilih menusuk dengan paku. Namun dalam pasal 153, Undang-undang No. 10 / 2008 2009, dibunyikan, suara untuk anggota DPR-RI, DPRD propinsi dan kabupaten Kota dataupun DPD, diberikan dengan menandai atau cek list (victory) pada nama caleg di kertas suara menggunakan pena,” ujar Leonardy.

Menurut Leo, massa tradisional Partai Golkar yang banyak berada di nagari-nagari bahkan sampai ke pelosok, belum mengenal alat tulis. Sehingga , dikhawatirkan perolehan suara Partai Golkar akan terancam. “Mereka tidak kenal cek list atau victory. Kalau tidak cek list, katakanlah tanda silang atau dilingkari, maka suara akan batal,” ucap Leo.

Dalam jangka waktu yang tersisa menjelang Pemilu, Leo merasa sangat rusuh. Apakah pensosialisasian teknik pelaksanaan Pemilu bisa dilakukan. Ia menyatakan, secara prinsip setuju dengan cek list karena dianggap lebih efisien. Tetapi aturan yang baru ditetapkan pada tahun 2008, terlalu singkat waktu untuk mensosialisasikan. “Bisa saja aturan itu ditetapkan tahun 2008, tetapi pelaksanaannya pada tahun 2014, baru akan efektif” ulasnya.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: