Sumbar Mulai Tak Aman

7 08 2008

Polri Butuh Partisipasi Masyarakat

KAPOLDA BERSAMA DUA PEMRED

KAPOLDA BERSAMA DUA PEMRED

SUMATRA BARAT yang dulunya terkenal sebagai daerah yang cukup kondusif, namun kini mulai bergeser. Buktinya, telah terjadi berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dibanding periode Januari – Juni tahun 2007 dengan periode yang sama tahun 2008 cenderung meningkat. Karena itu polisi minta masyarakat luas untuk bahu-membahu menjaga kenyamanan dan ketentram daerah ini.

“Tahun 2007, Januari-Juni tercatat 4.910 kasus gangguan kamtibmas, sementara tahun ini dalam periode yang sama, terjadi 5.486 kasus, kalau masyarakat berperan luas, niscaya berbagai kasus bisa dieliminir,” ujar Kapolda Sumbar Brigjen Pol. Ino Suripno saat bersilaturahmi dengan pemimpin redaksi media cetak dan elektronik, Rabu (6/8) malam di Hotel Bumiminang, Padang.

Kata Kapolda, kasus yang paling menonjol itu adalah narkoba. Sumbar saat ini bukan saja sebagai konsumen atau pemakai saja, namun sudah berubah menjadi pengedar dan distributor. “Bahkan pengedar sudah punya sindikat yang link-nya ke provinsi tetangga, Sumatra Utara, Jambi, Palembang dan Bengkulu,” jelasnya.

Contoh paling konkret lanjutnya, adalah penangkapan 61 kg ganja beberapa waktu lalu di Bukittinggi. “Jumlah itu sangat besar. Belum lagi kasus-kasus kecil yang hampir ada di semua Polres. Namun laporan dari Mentawai sangat minim. Ini PR bagi Kapolres Mentawai. Di sana banyak wisatawan asing, tidak ada kasus narkoba? Dari segi jumlah, seluruh Sumbar, ada 193 kasus dengan jumlah tersangka 277 orang,” ulasnya lagi.

KAPOLDA SILATURAHMI

KAPOLDA SILATURAHMI

Di samping kasus narkoba, beberapa kasus yang juga cukup menonjol adalah pencurian dengan pemberatan (curat), penipuan, pembunuhan, pemerkosaan, dan sebagainya. “Ini perlu menjadi kewaspadaan bagi kita semua,” tambahnya.

Selain itu, kasus kecelakaan lalu lintas juga cenderung meningkat pada periode yang sama. Tahun 2007 hingga Juni tercatat 789 kasus dengan korban meninggal 284 orang dan kerugian materil sebesar Rp2,053 miliar. Tahun 2008 hingga Juni, sudah terjadi sebanyak 942 kecelakaan dengan korban meninggal 288 orang dan kerugian materil Rp2,438 miliar.

“Sebagian besar korban meninggal itu adalah usia sekolah. Itu disebabkan kurang sadarnya mereka dalam mematuhi aturan lalu lintas. Kebut-kebutan dan tidak pakai helm seakan menjadi tren di kalangan anak sekolahan. Akibatnya ya itu, kecelakaan meningkat,” lanjut Kapolda.

KAPOLDA BERI KETERANGAN

KAPOLDA BERI KETERANGAN

Batas wilayah
Di Sumbar, tambahnya, yang paling banyak menimbulkan konflik adalah batas wilayah dan tanah ulayat. Untuk batas wilayah terjadi di beberapa daerah misal Pesisir Selatan, Sawahlunto, Payakumbuh, Bukittinggi, Mentawai, Tanah Datar dan Kota Solok. Sementara masalah tanah ulayat terjadi di Pasaman Barat, Tanah Datar, Bukittinggi, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok dan Solok Selatan.

“Batas wilayah dan tanah ulayat ini bisa memacing cakak banyak atau perang antar nagari. Di Pasbar saja terjadi 40 kasus tanah ulayat. Sementara yang paling menonjol tentang batas wilayah adalah Muaro Pingai dan Saning Bakar yang hingga kini belum tuntas,” ulasnya lebih lanjut.

Kapolda pada kesempatan itu juga menyebutkan masyarakat Sumbar agar mewaspadai gerakan-gerakan yang mengarah kepada teroris. Menurut dia memang di Sumbar belum ada ditemukan jaringan teroris. Namun potensi ke arah itu cukup terbuka. “Secara nyata memang belum ada, namun potensinya ada. Contoh paling konkret teror bom di Bukittinggi,” katanya.

Untuk mengatisipasi, Kapolda menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan Polda Sumbar yaitu melakukan deteksi dini potensi-potensi konflik dan gangguan kamtibmas yang bakal muncul untuk bisa diantisipasi sebelum meluas. Selain itu juga perlu ada kesamaan persepsi untuk meminimalisir ancaman yang bakal muncul, selanjutnya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat tidak resah dan menghimbau masyarakat untuk taat hukum. “Untuk itu perlu ada keterpaduan antara masyarakat dan petugas serta diperlukan koordinasi di lapangan,” jelas Kapolda.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: