Prosesi Perpisahan Pimpinan Kota Padang

9 08 2008

PERINGATAN hari jadi Kota Padang yang genap berusia 339 tahun terasa berbeda. Puncak peringatan ulang tahunnya itu ditandai dengan pelaksanaan rapat paripurna istimewa DPRD Kota Padang, Kamis (7/8) di gedung Bagindo Azis Chan, Padang terasa bagai prosesi perpisahan dua pimpinan kota.

Betapa tidak, peringatan ulang tahun ke 339 Kota Padang ini merupakan kali terakhir pasangan Fauzi Bahar dan Yusman Kasim bersama memperingati ulang tahun kota sebagai duet pimpinan kota. Mereka bakal mengakhiri jabatannya saat mendaftar ke KPU Kota Padang untuk maju kembali pada pemilihan kepala daerah yang digelar Oktober mendatang sesuai dengan UU No. 12 tahun 2008 yang masih dipedomani KPU Padang sebelum ada petunjuk dari Mendagri dan KPU Pusat.

Dalam paripurna istimewa yang dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Hadison, S.Si, Apt berlangsung dalam suasan khidmad meskipun diwarnai mati lampu dan hujan serta badai yang sempat memporak-porandakan papan-papan bunga ucapan yang memenuhi halaman bagindo Azis Chan.

Dalam sambutannya Fauzi Bahar melaporkan berbagai keberhasilan yang telah diraihnya selama memimpin Kota Padang sejak tahun 2004 lalu. Dikatakan, diawal kepemimpinannya, yang pertama dilakukannya adalah memberantas judi togel yang mendapat dukungan masyarakat.

“Awal dari segala tindak kriminal dan maksiat itu adalah judi. Karena judi, orang bisa berbuat apa saja demi memenuhi hasratnya untuk membeli nomor-nomor yang menjanjikan hadiah besar, hingga membuat orang hanyut. Saya sering berkunjung ke LP Muara dan menanyakan penyebab mereka menjadi penghuni penjara. Kebanyakan dari mereka mengaku melakukan tindak kriminal karena putus sekolah. Kesimpulan saya adalah mereka putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu memyekolahkan mereka karena ketiaadaan biaya tersebab uang yang dihasilkannya habi untuk judi,” ulas Fauzi Bahar.

Tahun kedua pemerintahannya ia menerapkan kebijakan berbusana muslim bagi anak sekolah. Awalnya langkah ini mendapat kritikan luar biasa dari berbagai kalangan. “Bahkan di mesin pencari internet, kritikan tentang busma muslim ini lebih dari 18 ribu. Namun berkat sosialisasi yang baik, akhirnya semua kalangan menerima dan kini malah diikuti daerah lain,” ulasnya.

Di akhir sambutannya, Fauzi Bahar meminta pasangannya Yusman Kasim untuk tampil guna mengucapkan salam perpisahan. Fauzi Bahar dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang selam ini telah mendukungnya dalam membangun Kota Padang. Begitupun dengan Yusman Kasim.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: