Penemu Listrik yang Jalan Sendiri

13 08 2008
Zamrisyaf, Sang Penemu

Zamrisyaf, Sang Penemu

BAGAIKAN berjalan sendiri di keramaian kota. Di tengah teriknya matahari, jalan itu harus ditempuh. Kalau lapar dan dahaga mendera, ia harus beli nasi dan minuman sendiri. Tak ada orang yang peduli.

Agaknya, begitulah yang dirasakan Zamrisyaf, sang penemu Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Sistem Bandulan (PLTGL-SB). Bertahun-tahun penelitian dan ujicoba dilakukannya, namun tak ‘disapa’ oleh pihak-pihak berkompeten. Jangankan temuannya dipakai atau diaplikasikan, dibawa berdebat saja untuk mempertahankan temuannya tak pernah. Padahal, di negeri ini bejibun banyaknya sarjana dan peneliti. Entah mereka sibuk di balik meja tugas atau karena memang Zamrisyaf yang memang bukan seorang profesor dan lain sebagainya. Entahlah!

Yang pasti, apa yang telah ditemukannya setidaknya mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Temuannya telah dipatenkan! Bahkan, ia telah menerima penghargaan sebagai seratus tokoh inovator di Indonesia yang diterimanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Agaknya, penghargaan itu hanyalah sekadar simbol yang takkan berarti apa-apa baginya. Malah, kedatangannya sebagai seorang berprestasi di Bandara Internasional Minangkabau tak disambut siapa-siapa. Ia pergi sendiri ke Istana Negara dan kembali juga sendiri. Untung saja, masih ada sejumlah temannya yang tergabung dalam Serikat Pekerja PLN menantinya di BIM dan memberinya kalungan bunga.

Bagi Zamrisyaf, penghargaan atas temuannya bukanlah tujuan. Yang terpenting adalah apa yang telah diperbuat itu bisa diaplikasikan dan dinikmati anak bangsa. Apalagi, berkaitan dengan masalah kelistrikan yang akhir-akhir ini ada krisis di seluruh pembangkit. Lalu, kenapa pihak-pihak terkait tidak memanfaatkan temuan putra Sumbar itu? Agaknya, jalan ke arah itu masih panjang dan berliku.

Saat ini, Zamrisyaf terkendala dengan biaya untuk melakukan ujicoba lanjutan yang besarnya mencapai Rp1,5 miliar. Ujicoba itu adalah untuk menentukan besaran voltase dari gelombang laut dimaksud. “Kita sangat membutuhkan uluran tangan pihak ketiga, terutama pemerintah daerah guna membantu penelitian ini. Sebab ini merupakan salah satu terobosan yang nantinya akan mengangkat nama daerah ini,” ujar Zamrisyaf.

Guna penyempurnaan hasil temuannya itu, hanya tinggal dua atau tiga kali uji coba saja. Sesudah itu, temuannya itu sudah bisa dilaksanakan secara massal untuk menghasilkan tenaga listrik.
Menurut pria yang sudah tiga kali mendapat penghargaan dari pemerintah itu, hak paten temuannya dari Menteri Kehakiman sudah ada dan kini tinggal mendaftarkan ke tingkat internasional saja. “Langkah awal dari kepemilikan hak paten sudah kita punya,” ujar Zamrisyaf yang didampingi tiga pengurus Serikat Pekerja PLN yaitu H. Adri, Yan Yosa dan Azwardi Arif.

Terkait itu juga, Zamrisyaf siap untuk berdebat mempertahankan argumentasi temuannya. Ia juga siap diundang untuk memaparkan temuannya itu di hadapan publik melalui sebuah seminar atau apapun namanya.
Menurut putra Minang ini, laut ternyata menyimpan potensi energi primer yang luar biasa. Betapa tidak, jika 10 persen saja dari panjang Pantai Padang yang sekitar 64 km dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, maka akan ada potensi sekitar 50 mega watt (MW). “Itu baru sepuluh persen saja, bagaimana kalau semua bisa dimanfaatkan, maka tak akan ada lagi pemadaman listrik,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk seluruh Indonesia, jika hanya sepuluh persen saja yang dimanfaatkan dari gelombang laut sepanjang pesisir pantai Indonesia, maka akan ada potensi listrik sebesar 61 giga watt (GW). “Sementara PLN Indonesia hanya mampu menyediakan tenaga listrik hingga tahun 2020 sebesar 40 GW. “Bayangkan potensi yang kita punyai jika bisa dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatan itu, adalah melalui pembangkit yang kita temukan ini,” ujarnya.

Dikatakannya, penemuan yang dihasilkannya itu merupakan sebuah alternatif untuk penyediaan tenaga listrik di masa yang akan datang. “Jika dibanding dengan harga minyak yang kini diatas 120 US dolar per-barel, maka biaya penyediaan listrik dengan tenaga gelombang laut sudah dimungkinkan. Lalu, adalah pihak ke tiga yang akan menjadi sponsor atas temuan Zamrisyaf?***


Aksi

Information

5 responses

13 08 2008
Resi Bismo

tuh khan banyak orang hebat sebenarnya di negeri ku, namun gak ada yang peduli dengannya. Makannya banyak anak bangsa yang cabut dari tanah air guna mendapatkan pengakuan, dan aktualisasi diri.

21 08 2008
uwiuw

ini bukan hoax kan…kalau bukan berarti Iindonesia bersyukur sekali memiliki sosok Zamrisyaf

31 03 2009
baskoro

iyalah. indonesia memang punya orang-orng hebat.. sekarang bagaimana dukungan pemerintah buat meneruskannya. TRugi kalau teknologi yang sudah terbukti itu tidak di kembangkan dan digunakan..

3 09 2010
indonesiaproud

Hal yang menyedihkan dari tulisan ini adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap putra terbaik negeri ini sehingga tak heran jika mereka akhirnya ‘dipakai’ atau ‘dimanfaatkan’ oleh negara lain yg lebih menghargainya.

8 04 2011
Layla Mustafa

layla siaapp membantuu penelitian lanjutannya Pak Zam…hehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: