Pilkada Padang Bakal Seru

13 08 2008

Semua Calon Bidik Fauzi – Mahyeldi

Fauzi-Mahyeldi Berkereta Kencana

Fauzi-Mahyeldi Berkereta Kencana

PILKADA Padang mulai memasuki masa semarak. Semua kubu menganggap pasangan Fauzi-Mahyeldi sebagai lawan berat. Kejutan pun terjadi, Partai Golkar bergabung dengan Koalisi Padang Sakato mendukung pasangan Harmensyah-Dikky Syarfin. Koalisi Padang Sakato terdiri dari 17 partai kecil. Dengan koalisi ini dalam hitung-hitungan di atas kertas kekuatannya menjadi 35,4 persen.

Kendati demikian banyak pihak menyebut, jika tak punya strategi yang jitu, calon walikota/wakil walikota Padang akan terhenyak. Lantas siapa yang akan menang dalam pilkada Padang kali ini? Tidak satu pun pihak yang berani menyampaikan prediksinya, karena kemenangan harus dibangun dari awal.

Fauzi-Mahyeldi mulai membangun tahap berikutnya. Keduanya mendaftar ke KPU dengan suasana meriah. Sementara Yusman Kasim membangun dengan cara lain pula. Ia lebih memilih Yul Akhyari Sastra yang diusung PDIP, padahal Golkar telah menyediakan pendamping untuknya, yaitu Ketua Golkar Padang, Panji Alam. Di Golkar, Panji sendiri melepaskan peluang dan memberikannya pada Harmensyah yang berpasangan dengan Dikky Sarfin.

Yusman-Yul Akhyari Kompak

Yusman-Yul Akhyari Kompak

“Yusman Kasim dan Yul, mendaftar pukul 14.00 WIB Senin (11/8),” kata Wakil Ketua PPP Sumbar, Roni Putra, tadi malam. Pasangan ini diusung koalisi PPP-PDIP. Dengan demikian, Yusman ‘berpisah’ dengan Golkar. Yusman semula diusung oleh PPP dan Golkar secara terpisah.

Ketika Golkar ditinggal Yusman, seharusnya Panji Alam mengibarkan benderanya dan maju menuju kursi nomor 1 di Padang. Tapi, ia justru merelakan peluang itu lepas. Maka Harmensyah, seorang birokrat di Padang dinaikkan ke panggung bersama Dikky, seorang PNS yang dulu bekerja di balaikota dan kini di Pemda DKI Jakarta.

Semarak
Kandidat terkuat sampai hari ini masih belum bergeser; Fauzi – Mahyeldi (PAN-PKS). Menurut survei terakhir dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), dua sosok paling pupuler di Sumbar tak lain dari Gamawan Fauzi dan Fauzi Bahar. Ini, modal bagi Fauzi, apalagi ‘kedigdayaan’ PKS dalam beberapa pilkada bisa menjadi jaminan baginya. Di Padang dalam pemilu lalu, PKS justru menang.

Pasangan berikut yang patut diperhitungkan adalah Yusman Kasim. Ia memilih Yul (Golkar) untuk jadi pendampingnya. Tapi Yul tak maju dengan partainya, melainkan lewat PDIP. Simpangsiur politik ini biasa saja. Karena itulah Dikky yang semula akan maju bersama PPP, justru diusung Golkar dan koalisi beberapa partai. Ia menjadi pendamping Harmensyah.

Mudrika-Dahnil Didukung Pesilat

Mudrika-Dahnil Didukung Pesilat

Yusman bisa goyah, sebab ada pasangan independen yang bisa muncul di tikungan terakhir. Dia tak lain Mudrika yang berpasangan dengan Dahnil Aswad. Keduanya sudah ‘membersihkan’ rumput lapangan hijau sejak beberapa waktu lalu. Dan keduanya siap bertanding.

Jasrial yang berpasangan dengan Muchlis Sani (PBB- Demokrat), bisa lebih unggul dari Harmensyah. Bahkan bisa menggungguli calon lainnya mendekati ke posisi Fauzi-Mahyeldi.

Siapapun calon, mereka menganggap lawannya adalah Fauzi-Mahyeldi, bukan calon lainnya. Anggapan tiap kubu yang seperti itu, menjadi kekuatannya sekaligus kelemahan.

Kejutan
Kejutan terjadi, di luar perkiraan semula Partai Golkar memilih bergabung dengan Koalisi Padang Sakato mendukung pasangan Harmensyah-Dikky Syarfin.

Kesepakatan untuk bergabung dengan 17 partai yang telah lebih dahulu mendukung pasangan itu, diambil Partai Golkar Minggu (10/8) sore, setelah calon yang sebelumnya mereka dukung, Yusman Kasim memilih keluar dari Golkar.

“Yusman Kasim memang menang mutlak dalam rapat Tim Pilkada Partai Golkar. Namun dalam perjalanannya Yusman menolak berpasangan dengan calon wakil walikota yang ditunjuk Partai Golkar. Setelah dua kali kita surati, dia tidak juga merespon, akhirnya Golkar memutuskan mengeluarkan Yusman,” ujar Z. Panji Alam, ketua DPD Partai Golkar Kota Padang, Minggu (10/8) malam.

Harmensyah-Dikky Sayrfin Mendaftar

Harmensyah-Dikky Sayrfin Mendaftar

Kata Panji, memang sebelumnya ia berkeras untuk maju sebagai calon wakil walikota dari Partai Golkar, mendampingi Yusman Kasim. Namun akibat penolakan Yusman kasim, maka berubahlah peta politik di Partai Golkar.

“Cita-cita saya memang menjadi wakil walikota, namun karena melihat perkembangan beberapa waktu belakangan, saya rapatkan dengan tim Pilkada Golkar, maka saya secara resmi menyatakan mundur dari pencalonan wakil walikota dan menyerahkan ke Dikky Syarfin untuk didukung Partai Golkar,” ujarnya bersemangat.

Menurut Panji, apa yang dilakukan Partai Golkar itu telah mendapat persetujuan dari DPP dan DPD Provinsi Partai Golkar dan tidak pula menyalahi aturan. “Harmensyah merupakan peraih suara kedua terbanyak, setelah itu Dikky Syarfin. Jadi tidak ada yang dilanggar,” tambahnya.

Kepada wartawan Panji mengatakan, ia telah mengajukan beberapa saran kepada Harmensyah- Dikky untuk dilakukan dalam pemerintahannya nanti jika berhasil memenangkan Pilkada.

Jasrial-Muchlis Sani Daftar di KPU

Jasrial-Muchlis Sani Daftar di KPU

Disarankan untuk menghidupkan Terminal Regional Bingkuang dengan membangun infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya.

Selain itu, ia juga meminta untuk membangun terminal angkutan kota. “Kota kok tidak punya terminal angkutan kota. Kedepan ini harus jadi prioritas, kalau tidak, masalah transportasi tidak akan selesai,” tambahnya.

Selain itu juga masalah PSB online. Menurutnya, tujuan sekolah didirikan di sebuah daerah adalah untuk memberi kemudahan kepada warga sekitar mendapatkan pendidikan. “Ninik mamak mereka sudah berkorban memberi tanah untuk pembangunan sekolah, tapi anak kemenakan mereka yang tinggal berdampingan dengan sekolah tidak bisa masuk disitu. Jangan karena ingin gagah-gagahan, kita melukai hati warga kita. PSB online harus dikaji ulang,” paparnya.

Ibrahim-Murlis Muhammad Juga Mendaftar

Ibrahim-Murlis Muhammad Juga Mendaftar

Masalah kesehatan juga diulasnya. Jika tak bisa menggratiskan biaya kesehatan, minimal mensubsidi masyarakat miskin.

Sementara itu Ketua Koalisi Padang Sakato Nofrizal ‘Chai’, menyambut baik bergabungnya Partai Golkar ke koalisi yang digawangi 17 partai itu. “kekuatan kita bertambah. Koalisi sudah punya 17,4 persen, ditambah Golkar 17,8 persen. Jadi kita sudah punya kekuatan 35,4 persen. Jika ini solit dan menjadi suara riil di Pilkada Oktober nanti, maka kemenangan bisa raih,” papar Nofrizal Chai.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: