Pilkada Padang, Golkar Pilih Netral

10 10 2008

DPD II Partai Golkar Kota Padang akhirnya menentukan sikap setelah gagal mengusung jagonya di pemilihan walikota dan wakil walikota Padang. Sikap yang diambil partai pohon beringin itu adalah tidak mendukung salah satu dari lima pasangan calon walikota/wakil walikota yang telah ditetapkan KPU Kota Padang.

“Sikap itu kita ambil setelah berkoordinasi dengan DPD I Partai Golkar Provinsi Sumbar yang menyerahkan keputusan kepada DPD Kota Padang. Akhirnya setelah rapat pengurus dan rapat pleno, maka secara struktur organisasi baik vertikal maupun horizontal, Partai Golkar tidak memberi dukungan kepada salah satu pasangan calon, baik yang diusung partai politik maupun perseorangan,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang, Z. Panji Alam, SH, Minggu (28/9) di kantor DPD Partai Golkar Kota Padang.

Dalam kesempatan itu, Panji Alam menghimbau kepada seluruh jajarannya, mulai dari anggota partai, simpatisan, organisasi yang mendirikan dan didirikan partai golkar untuk aktif menyukseskan pemilihan walikota dan wakil walikota Padang Oktober mendatang. “Artinya, anggota Partai Golkar dilarang untuk idak memilih atau golput pada Pilkada nanti,” kata Panji yang didampingi Sekretaris Jumadi, wakil ketua Afrizal dan Jamasri serta beberapa pengurus DPD Partai Golkar Kota Padang.

Untuk itu, Panji Alam minta seluruh jajarannya untuk memilih calon walikota dan wakil walikota sesuai dengan sanubari masing-masing dengan mempertimbangkan kepatutan, kepantasan seorang calon yang dinilai mampu menggerakkan pembangunan Kota Padang baik secara fisi maupun non fisik.

Ia juga mengatakan, dalam pelaksanaan Pilkada nanti, secara institusi Partai Golkar tida melarang anggotanya untuk memberi dukungan kepada salah satu calon, namun dalam memberi dukungan, dilarang keras memakai simbol-simbol dan atribut Partai Golkar.

“Silahkan dukung salah satu calon. Silahkan datang ke kampanye mereka. tapi jangan pakai atribut dan simbol-simbol partai. Karena dukungan yang diberikan sifatnya pribadi bukan partai,” tambah Wakil Ketua DPRD Kota Padang itu.

Terkait kegagalan mengusung calon, Panji Alam menjelaskan, semua itu tak lepas dari tekanan, intimidasi dan permainan politik dari oknum salah satu pengurus DPD I Partai Golkar yang juga koordinator daerah Kota Padang dan Mentawai H. Zailis Usman secara pribadi. “Kami memiliki bukti-bukti yang cukup untuk mengatakan kegagalan iu atas ulah oknum tersebut,” papar Panji. Atas dasar itu, DPD II Kota Padang meminta DPD Provinsi untuk memberi sanksi secara organisasi kepada yang bersangkutan.

Dari permintaan DPD II Partai Golkar Padang itu, kata Panji, DPD Provinsi melakukan rapat pada tanggal 21 September dan sejak itu, Zailis Usman tidak lagi menjabat Korda untuk Kota Padang. “Untuk sementara Korda Kota Padang dijabat langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar H. Leonardy Harmainy,” papar Panji.

Untuk saat ini, Partai Golkar Koat Padang akan mengkonsentarsikan diri utuk peningkatan perolehan suara dan kursi di DPRD Padang pada Pemilu legislatif 2009 mendatang.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: