Bedah Visi Misi Cawako Ricuh

15 10 2008

Yusman Kasim Tak Hadiri Debat Kandidat

BENTROK antara mahasiswa hukum dengan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andalas (Unand) hampir saja terjadi, jika aparat keamanan tidak sigap melerai mahasiswa. Rombongan mahasiswa yang lebih kurang berjumlah 10 orang ini menolak upaya kampanye di lingkungan kampus.

Rabu (15/10) kemaren, BEM Unand dengan alasan telah mengantongi izin dari KPU, mengadakan acara debat kandidat. Acara itu bertujuan untuk mencerdaskan mahasiswa, terkait siapa calon yang akan memimpin Kota Padang ke depan.

Semula acara telah diundur beberapa waktu, karena pasangan yang akan berdebat belum cukup jumlahnya. Adalah pasangan nomor urut 5, Yusman Kasim – Yul Akhyari Sastra, yang belum juga menampakkan batang hidungnya. Baru setelah limit tenggang waktu, sang calon wakil walikota Yul Akhyari Sastra, menampakkan diri dalam forum. Hingga acara berakhir, Yusman tidak muncul. Menurut Yul, ia sedang memenuhi undangan penting lainnya.

Begitu acara resmi dibuka oleh Pembantu Rektor (PR) III Unand, Badrul Mustafa, Yul Akhyari Sastra langsung terpilih berdasarkan undian untuk lebih dahulu melakukan bedah visi dan misi. Hanya beberapa menit saja, rombongan mahasiswa hukum masuk dan meminta acara dihentikan saja. Bersitegang urat leher langsung terjadi. Untung saja, jumlah mahasiswa hukum yang masuk tidak banyak, sehingga mereka dengan mudah bisa dikeluarkan dari ruangan. Wartawan dari media cetak dan elektronik lokal dan nasional yang meliput acara ini, langsung memburu mahasiswa hukum yang terseret jauh sampai keluar gedung PKM.

“Kampus bukan tempat kampanye, sesuai Undang Undang nomor 78. Walaupun mereka telah dapat izin dari panitia lokal, mereka jelas tidak bisa melangkahi undang-undang begitu saja. Kalau memang mau mencerdaskan rakyat, bukan di sini tempatnya. Adakan di luar Unand. Ini merupakan tindakan menyeret mahasiswa dalam politik,” kata Donal Faris, salah seorang pendemo, kepada para wartawan.

Sementara rekannya yang lain, Era Purnama Sari mengatakan, bahwa ada salah satu pihak yang bermain menyeting acara ini. Hal itu menurutnya akan diketahui dengan cara mengikuti jalannya acara bedah visi dan misi calon.

Adapun Presiden Mahasiswa Unand, Hanif Dwi Putra mengatakan, pihaknya telah mengundang dan mensosialisasikan acara ini pada mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa yang protes tersebut tidak harus melakukan aksi sekarang, tapi sudah jauh-jauh hari melakukan penolakan.

Ia berdalih, bahwa kegiatan yang dilakukannya sudah dapat izin aparat terkait. Mahasiswa Unand yang jumlahnya ribuan, menurutnya berhak tahu visi dan misi masing-masing calon.

Sayangnya, acara yang dikatakan untuk mencerdaskan mahasiswa, tidak sedikitpun memberi kesempatan bertanya pada mahasiswa. Pertanyaan didominasi oleh para panelis, yang terdiri dari H. Ilhamdi Taufik untuk masalah hukum pemerintahan, Marjohan untuk pendidikan, St. Zaili Asril dari segi sosial politik, Fajri Muharja untuk bidang ekonomi dan Buya Masoed Abidin untuk bidang agama.

Setelah semua pertanyaan panelis usai untuk kelima calon, acarapun diakhiri sekitar pukul 14.00 WIB. Kontan saja, mahasiswa yang masih bertahan dengan pertanyaan yang telah ditulis seperti permintaan panitia, meradang protes. Namun, protes mereka dianggap angin lalu saja dan para kandidat telah beranjak meninggalkan kursi masing-masing.***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: