PEMBANGUNAN LAMBAN, PEDAGANG INPRES II PADANG RISAU

13 10 2015

inpres 2

PADANG – Perwakilan pedagang pasar inpres blok II kembali mendatangi DPRD Padang. Mereka merasa khawatir melihat proses pembangunan pasar itu yang dinilai berjalan lamban. Padahal tenggat waktu pembangunan pada 31 Desember hanya tinggal sekitar 85 hari lagi. Sementara Dinas Perindagtemben dan Dinas Pasar Raya Kota Padang mengklaim kalau pengerjaan itu akan clear sesuai target yang telah dijanjikan.

Kepala Disperindagtamben Hendrizal Azhar dalam pertemuan yang dipimpin wakil Ketua DPRD Wahyu Iramana Putra mengatakan, pihaknya telah mengakomodir kebutuhan kontraktor PT. Idee Murni Pratama, bahkan sebelum memulai pengerjaan itu saja dinas telah menggelontorkan dana awal sebesar Rp4miliar atau sekitar 20 persen.

Dikatakan, pencairan dana  itu sesuai dengan Prepres Nomor 70 tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sesuai perubahan kedua atas Perpres Nomor 54 tahun 2010. Sehingga Hendrizal berkeyakinan kalau pembangunan yang diserap dari dana APBD Kota Padang tahun 2015
sebesar Rp21.974.791.000 dengan 140 hari kalender bisa tercapai.

“Artinya sudah tidak ada lagi yang mesti kita takutkan, bahkan dalam pencairan anggaran saja untuk pengerjaan bangunan itu telah kita berikan,” ungkap Hendrizal saat bertatap muka dengan pedagang, Senin (12/10).

Ia bahkan menekankan kalau pihaknya (pemko) juga mengawasi progres pembangunan gedung itu. Sekarang telah 6 persen dari dana awal, dan telah tampak bahkan telah merangkak 9 persen, dan lambannya progres itu, Hendrizal menyampaikan mereka telah mengirimi surat peringatan. “Artinya
tak ada lagi yang perlu dicemaskan oleh masyarakat pedagang, dan kami pun telah bekerja,” tuturnya.

Ketakutan para pedagang pun disampaikan Amran Tono, pedagang pasar Blok II yang akan menempati gedung itu kalau telah selesai pengerjaannya. Ia mengatakan, sisa waktu tinggal 85 hari, akan tetapi hingga saat ini para pedagang tidak melihat progres pengerjaannya. Bahkan kabarnya para pekerja
itu belum memperoleh gaji dari kontraktor.

Dikatakan, jika terjadi hal demikian ia memprediksikan tidak akan selesai pembangunan itu sampai akhir tahun ini. “Jika tidak selesai sesuai target, maka kehancuran bagi para pedagang dan kehancuran bagi kota padang,” tegasnya, dan hal itu diamini para pedagang lainnya yang hadir pada pertemuan itu.

Timpang tindihnya proses pembangunan pasar itu mengundang beragam reaksi dari anggota dewan di DPRD Padang. Bahkan DPRD Padang menekankan agar tim pengawas dari konsultan, dinas PU agar benar-benar mengawal secara intens pembangunan mega proyek tersebut, sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Selama ini yang kurang terperhatikan, dan itu dari dinas PU sendiri, jangan berleha-leha.” Ujar Helmi Moesim, Wakil Ketua Komisi III DPRD Padang membidangi Pembangunan dan Lingkungan Hidup.

“Kita terus mendorong percepatan pembangunan itu, dan telah meminta komisiI, II dan III untuk mengawasi pembangunan itu sendiri, baik hukum, persoalan pasar, dan pembangunan,” kata Kordinator komisi II di DPRD Padang Wahyu Iramana Putra.

Beda halnya anggota DPRD Padang lainnya, Azirwan. Ia malah menduga kalau pembangunan pasar Blok II itu ada indikasi-indikasi yang melanggar hukum, sehingga ada ketidakberesan dalam pengerjaan bangunan. Bahkan kader NasDem di DPRD itu menekankan maksudnya, bahwa tidak ada pembayaran upah pada pekerja, walau tadinya disperindagtamben menyatakan telah membayarkannya.

“Kami butuh bukti, oleh karena itu kita minta dalam satu atau dua hari kedepan, ada timescehdule sejauh mana progresnya, bukan lisan tapi data,” ujarnya yang sependapat dengan Emnu Azamri anggota dewan lainnya.

Wahyu Iramana Putra, DPRD Padang selain mendorong percepatan pembangunan pada akhir tahun ini, juga menggarikan harus selesai. Pasalnya pada tahun anggaran 2016 akan digelontorkan dana sebesar Rp80 miliar untuk Blok III, dan Blok IV.

“Ini bukan saja program unggulan, akan tetapi sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat,” tegasnya.(BAMBANG)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: